Jumat, 07 Maret 2014

Analisa nilai, perubahan dan kaitan manusia dengan kebudayaan

ORIENTASI NILAI BUDAYA


·         Hakikat Hidup Manusia : setiap kebudayaan berbeda secara Ekstern

·         Hakikat Karya Manusia : setiap kebudayaan berbeda-beda untuk hidup, kedudukan, gerak hidup untuk berkarya

·         Hakikat Waktu Manusia : berbeda dalam orientasi masa lampau atau masa kini

·         Hakikat Alam Manusia : manusia mengekplotasi alam, harmonis dengan alam atau menyerah kepada alam

·         Hakiakat Hubungan Manusia : mementingkan hubungan antar manusia baik vertical/horizontal, ada pula berpandangan individualis

Kluckhohn   dalam   Pelly   (1994)   mengemukakan   bahwa   nilai   budayamerupakan  sebuah  konsep  beruanglingkup  luas  yang  hidup  dalam  alam  fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya. Secara  fungsional  sistem  nilai  ini  mendorong  individu  untuk  berperilakuseperti  apa  yang  ditentukan.  Mereka  percaya,  bahwa  hanya  dengan  berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan  wujud  ideal  dari  lingkungan  sosialnya.  Dapat  pula  dikatakan  bahwasistem   nilai   budaya   suatu   masyarakat   merupakan   wujud   konsepsional   dari kebudayaan mereka, yang seolah – olah berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.
Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam setiap kebudayaan yang dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly (1994) kelima masalah pokok tersebut adalah: (1) masalah hakekat hidup, (2) hakekat kerja atau karya manusia, (3) hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu, (4) hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar, dan (5) hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya.
Berbagai   kebudayaan   mengkonsepsikan   masalah   universal   ini   denganberbagai  variasi  yang  berbedabeda.  Seperti  masalah  pertama,  yaitu  mengenai hakekat hidup manusia. Dalam banyak kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Budha misalnya, menganggap hidup itu buruk dan menyedihkan. Oleh karena itu pola kehidupan masyarakatnya berusaha untuk memadamkan hidup itu guna mendapatkan   nirwana,   dan   mengenyampingkan   segala   tindakan   yang   dapat menambah rangkaian hidup kembali (samsara) (Koentjaraningrat, 1986:10). Pandangan  seperti  ini  sangat  mempengaruhi  wawasan  dan  makna  kehidupan  itu secara keseluruhan. Sebaliknya banyak kebudayaan yang berpendapat bahwa hidup itu baik. Tentu konsep – konsep kebudayaan yang berbeda ini berpengaruh pula pada sikap dan wawasan mereka.
Masalah kedua mengenai hakekat kerja atau karya dalam kehidupan. Ada kebudayaan yang memandang bahwa kerja itu sebagai usaha untuk kelangsungan hidup (survive) semata. Kelompok ini kurang tertarik kepada kerja keras. Akan tetapi ada juga yang menganggap kerja untuk mendapatkan status, jabatan dan kehormatan. Namun, ada yang berpendapat bahwa kerja untuk mempertinggi prestasi. Mereka ini berorientasi kepada prestasi bukan kepada status.
Masalah ketiga mengenai orientasi manusia terhadap waktu. Ada budaya yang memandang penting masa lampau, tetapi ada yang melihat masa kini sebagai focus usaha dalam perjuangannya. Sebaliknya ada yang jauh melihat kedepan. Pandangan yang berbeda dalam dimensi waktu ini sangat mempengaruhi perencanaan hidup masyarakatnya.
Masalah keempat berkaitan dengan kedudukan fungsional manusia terhadap alam. Ada yang percaya bahwa alam itu dahsyat dan mengenai kehidupan manusia. Sebaliknya ada yang menganggap alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk dikuasai manusia. Akan tetapi, ada juga kebudayaan ingin mencari harmoni dan keselarasan dengan alam. Cara pandang ini akan berpengaruh terhadap pola aktivitas masyarakatnya.
Masalah kelima menyangkut hubungan antar manusia. Dalam banyak kebudayaan hubungan ini tampak dalam bentuk orientasi berfikir, cara bermusyawarah, mengambil keputusan dan bertindak. Kebudayaan yang menekankan hubungan horizontal (koleteral) antar individu, cenderung untuk mementingkan hak azasi, kemerdekaan dan kemandirian seperti terlihat dalam masyarakat – masyarakat eligaterian. Sebaliknya kebudayaan yang menekankan hubungan vertical cenderung untuk mengembangkan orientasi keatas (kepada senioritas, penguasa atau pemimpin). Orientasi ini banyak terdapat dalam masyarakat paternalistic (kebapaan). Tentu saja pandangan ini sangat mempengaruhi proses dinamika dan mobilitas social masyarakatnya.
Inti permasalahan disini seperti yang dikemukakan oleh Manan dalam Pelly (1994) adalah siapa yang harus mengambil keputusan. Sebaiknya dalam system hubungan vertical keputusan dibuat oleh atasan (senior) untuk semua orang. Tetapidalam  masyarakat  yang  mementingkan  kemandirian  individual,  maka  keputusan dibuat dan diarahkan kepada masing – masing individu.
Pola orientasi nilai budaya yang hitam putih tersebut di atas merupakan pola yang ideal untuk masing – masing pihak. Dalam kenyataannya terdapat nuansa atau variasi  antara  kedua  pola  yang  ekstrim  itu  yang  dapat  disebut  sebagai  pola transisional.

PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.



CONTOH KASUS PERUBAHAN KEBUDAYAAN:

1. Cara Berkomunikasi
Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi merubah cara kita dalam berkomunikasi. Dulu komunikasi dilakukan dengan surat-menyurat, tetapi saat ini dilakuan dengan sms atau e-mail. Dulu juga ada yang namanya telegram dan telegraf, akan tetapi saat ini perannya digantikan dengan telepon, handphone, dan jejaring sosial. Ini membuktikan bahwa perkembangan teknologi dapat menyebabkan perubahan budaya dimasyarakat.

2. Cara Berpakaian
Cara masyarakat kita berpakaian tidak lepas dari globalisasi dan modernisasi di Indonesia. Dulu, orang-orang kita bangga mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Tetapi, saat ini rasanya hal itu sangat sulit dijumpai kecuali kalau ada acara-acara adat. Cara berpakaian dipengaruhi dari informasi-informasi yang didapatkan dari berbagai media seperti Tv dan Internet. Saat ini, cara berpakaian sebagian masyarakat banyak dipengaruhi oleh budaya barat.
3. Gaya Hidup
Salah satu perubahan sosial budaya yang terjadi didalam masyarakat Indonesia adalah gaya hidup a.k.a lifestyle. Sebagian masyarakat menerapkan gaya hidup yang baik didalam kehidupannya seperti menjadi vegetarian, workaholic, dll. Tetapi ada juga sebagian masyarakat yang terjerumus kedalam lifestyle yang tidak baik yang tentu tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia seperti narkoba dan pergaulan bebas.
4. Westernisasi (Kebarat-baratan)
Tidak sedikit budaya barat yang masuk ke Indonesia, contohnya adalah perayaan hati valentine dan halloween. Meskipun kedua budaya tersebut bukan budaya asli indonesia, akan tetapi tidak sedikit masyarakat Indonesia yang melestarikan budaya tersebut. Banyak masyarakat Indonesia yang menyatakan bahwa budaya asing jauh lebih menarik ketimbang budaya kita sendiri, hal ini yang menyebabkan interest kepada budaya lokal semakin menurun.
5. Emansipasi Wanita
Salah satu bentuk perubahan sosial budaya yang terjadi dimasyarakat Indonesia adalah emansipasi wanita, artinya wanita memiliki derajat yang sama dengan pria. Dulu kita jarang sekali melihat wanita yang menjadi pimpinan, bahkan ada kalimat orang tua yang menyatakan bahwa kehidupan wanita adalah disekitar dapur, sumur, dan kasur. Saat ini tentu berbeda, banyak wanita yang menjabat peran penting dinegeri ini seperti anggota parlemen, pimpinan perusahaan, dll.
6. Masyarakat Semakin Kritis
Perkembangan informasi dan komunikasi membuat akses terhadap informasi semakin mudah. Informasi tersebut bisa didapatkan dari berbagai media komunikasi, seperti koran, televisi, internet, dll. Hal tersebut membuat masyarakat kita semakin cerdas dan kritis, contohnya adalah masyarakat selalu mengomentari kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk negeri ini, terlebih jika kebijakan tersebut tidak populis dimata rakyat.
7. Hilangnya Permainan Tradisional
Saat ini, kita akan sulit untuk menemukan permainan tradisional seperti gasing atau congklak. Kalaupun ada, pasti dimainkannya didaerah-daerah terpencil seperti pedesaan. Padahal permainan itu sangat populer pada masanya, dan merupakan permainan asli Indonesia. Sekarang perannya sudah diganti dengan permainan modern seperti Playstation, Xbox, Wii, dan lain-lain. Nampaknya permainan modern jauh lebih menarik ketimbang permainan tradisional.
8. Pudarnya Minat Kepada Alat-alat Musik Tradisional
Minat masyarakat terhadap alat-alat musik tradisional seperti angklung, gamelan dan lainnya semakin berkurang. kalaupun ada itu hanya sebagian kecil masyarakat yang peduli dan tergerak hatinya untuk melestarikan alat-alat musik tradisional. Sekarang banyak masyarakat yang cenderung menyukai alat-alat. musik modern seperti gitar, piano, drum dan lainnya. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin alat-alat musik tradisional kita akan hilang.
9. Tergerusnya Kebudayaan Indonesia
Bentuk lain perubahan sosial budaya di Indonesia adalah tergerusnya budaya asli Indonesia. Perlu diketahui bersama bahwa tidak sedikit dari kebudayaan kita yang sudah mulai punah. Meskipun demikian, banyak masyarakat Indonesia yang lebih berminat dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia seperti break dance, beat box, dan lainnya. Ini sangat mengkhawatirkan dan perlu segera perlu segera ditindaklanjuti bersama.
10. Penggunaan Bahasa Daerah Semakin Jarang
Contoh perubahan sosial budaya lainnya adalah penggunaan bahasa daerah yang sudah semakin jarang. Kita tahu bersama, ada banyak bahasa daerah di Indonesia ini (lebih dari 100 bahasa daerah). Akan tetapi saat ini banyak masyarakat yang cenderung menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan, karena bahasa Indonesia dimengerti oleh semua sedangkan bahasa daerah hanya dimengerti oleh masyarakat daerah tertentu saja.
Nah itulah kesepuluh perubahan sosial budaya yang bisa kita jumpai didalam masyarakat Indonesia. Perlu dicatat bahwa perubahan itu tidak selamanya berdampak baik bagi kita, ada juga yang dapat merugikan kita. Jika itu baik bagi kita maka manfaatkan secara optimal, jika tidak maka minimalisir dampaknya atau lebih baik buang jauh-jauh. Kita semua berharap perubahan-perubahan sosial budaya yang terjadi dimasyarakat akan membuat Indonesia semakin baik lagi.
Sebab dari dalam diri masyarakat dan kebudayaannya sendiri, missalnya perubahan

1.       Jumlah dan komposisi penduduk

2.       Sebab perubahan lingkungan dan fisik alam tempat mereka hidup

Faktor Yang Mempengaruhi Diterimanya Suatu Unsure Kebudayaan Baru

1.       Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak

2.       Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan

3.       Corak struktur sosial suatu masyarakat

4.       Adanya unsur kebudayaan yang telah menjadi landasannya sebelumnya

5.       Dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh masyarakat


KAITAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN

Manusia sebagai perilaku kebudayaan ya’ni dapat dipandang setara yang dinyatakan sebagai dialektis, proses dialektis tercipta melalui tiga tahap:

·         Eksternalisasi, proses manusia mengekspresikan dirinya dalam membangun dunianya

·         Obyektivitas, proses msyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia

·         Internalisasi, proses masyarakat disergap kembali oleh manusia, ya’ni manusia ang mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dapat idup dengan baik







ANALISA TENTANG KE-TIGA MATERI TERSEBUT

Manusia dan kebudayaan, atau manusia, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap kebradaan keduanyaharus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.

Secara sederhana kaitan manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur kehiduapan manusia yang sesuai dengannya, contohnya adlah hubungan dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan. Manusia dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal antara manusia dan kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus membedakan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.








Sumber







Selasa, 21 Januari 2014

Honda Civic SO4 Facelift OEM built up project

OWNER: PRASETYO DWIPUTRA


SPESIFIKASI:

Engine:
-MSD blaster ss
-MSD Distributor cup
-MSD kabel busi
-Original Remus open filter
-Samco racing(selang radiator)
-rep. Fujitsubo muffler

Eksterior:
-OEM civic ferio VIRS trunk emblem
-OEM Honda Access ferio door visor
-civic ferio VIRS decals
-Rep. civic ferio grill
-Rep. CTR EK9 front lips
-Rep. Spoon Sport carbon mirror
-DEPO front fog lamp

Interior:
-OEM civic EK Si steering wheel
-OEM JDM emergency road flare
-OEM civic ferio coin pocket
-OEM civic ferio cup holder
-Rep. mugen pedals
-Head unit Alpine
-Speaker sony
-subwoofer JL audio
-Power by Hertz


Kaki-Kaki:
-Original Mugen RnR 15" with achilles 123 195/50/15
-Original Lower arm Skunk2 racing
-Original d1 spec lug nut
-OEM JDM body bar integra type R
-Coilovers STperformance
-Rep. Subframe ASR
-Rep. Beaks tiebar










Sabtu, 18 Januari 2014

Grafik Cita-Cita



Rencana untuk masa depan

Tugas softskill tentang cara untuk menata masa depan dan mengambil pelajaran pada masa lalu




BERIKUT DESKRIPSI NILAI DARI GRAFIK TERSEBUT:

UMUR
NILAI
5
Masih dalam keadaan susah diatur
8
Sudah dapat meguasai huruf – huruf
11
Mendapatkan nilai tinggi saat SD
14
Sedikit menurun kemampuan belajar namun masih mendapat nilai yang tinggi
17
Saat-saat tersulit karena harus memilih masuk jurusan IPS atau mengulang kelas 1 SMA agar bias masuk IPA
20
Mendapatkan IPK di atas 3,2 saat kuliah
23
Menjadi sarjana dengan nilai yang memuaskan
26
Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan gaji pokok yang tinggi dan bertunangan
29
Membiayai keluarga agar bahagia
31
Menjalankan rutinitas yang sama setiap harinya



KETERANGAN:

-Umur 5 Tahun s/d 17 Tahun adalah grafik tentang masa lalu
-Umur 20 Tahun s/d 31 Tahun adalah grafik tentang apa yang akan dilakukan pada Tahun tersebut


Foto sewaktu kelas 3 SD


Rabu, 15 Januari 2014

Wawancara Pemilik Restoran Cepat Saji

Narasumber: Pak Hartono
Pekerjaan    : Pemilik restoran cepat saji
Asal kota    : Padang

Hasil wawancara

P : Pak Hartono
A: diri saya

A: Mengapa bapak pindah ke Jakarta?

P: Saya pindah karena mau mencoba berbisnis di kota Jakarta, orang-orang bilang Jakarta tempat bagus untuk mengawali dunia per bisnis an.

A: Apakah bapak memiliki pekerjaan lainnya saat masih di Padang?

B: Di Padang saya berbisnis restoran cepat saji juga, namun kelihatannya disana sulit untuk mendapatkan pelanggan tetap.

A: Pekerjaan apa yang dilakukan bapak di Jakarta?

B: Saya mengelola restoran cepat saji, dan alhamdulillah sampai sekarang keuntungannya cukup untuk menghidupi keluarga saya.

A: Sudah berapa lama bapak mengelola restoran cepat saji tersebut?

B: kira-kira sudah hampir 9 tahun.

A: Prestasi atau keuntungan apa yang sudah bapak dapatkan selama 9 tahun itu?

B: Sejak setahun bekerja di Jakarta, saya bisa meraih keuntungan 75% lebih besar daripada saat saya masih di Padang dulu, dan pada tahun ke 7 saya mendapatkan gelar restoran terbersih resmi dari penyidik restoran makanan cepat saji di daerah ini.

A: Apa yang menjadi motivasi bapak bekerja disini?

B: Karena saya sudah berkeluarga saya harus memiliki tanggung jawab terhadap keluarga saya dan jg membahagiakan mereka, maka dari itu saya harus bekerja keras agar keluarga saya senang.

A: Apa saja kendala yang menghambat bapak dalam pekerjaan ini?

B: ya kadang kala ada pelanggan yang tidak terlalu puas dengan restoran ini, tapi kami harus menerima dengan lapang dada dan menaruhnya sebagai motivasi kedepannya.

A: Jadi apa bapak merasa senang ketika berada di Jakarta?

B: Sebenarnya saya lebih suka di Padang tapi karena di tuntut oleh kerjaan makannya saya menetap disini.

A: baiklah pak, saya sudah mendapat informasi bagus dari bapak dan terimakasih atas waktunya pak.

B: iya sama-sama mas, saya juga merasa senang dapat berbagi pengalaman saya.


Rabu, 20 November 2013

Bagian - bagian mesin mobil pada umumnya

1. Skring : Untuk mencegah terjadinya konsleting.
2. Amperemeter : Untuk mengontrol arus listrik.
3. Kunci Kontak : Untuk menghubungkan & memutuskan arus listrik.
4. Karbulator : Untuk mencampur bahan bakar & udara menjadi kabut/gas.
5. Regulator : Untuk merubah arus AC menjadi DC.
6. In House Manifoll : Untuk Saluran bahan bakar gas baru.
7. Eks House : Untuk Saluran buang gas sisa pembakaran.
8. Radiator : Untuk menampung air sekaligus mendinginkannya.
9. Tutup Radiator : Untuk menahan tekanan air.
10. Radiator Bagian Atas : Untuk tempat air panas.
11. Inti Radiator : Untuk Mendinginkan Air.
12. Radiator Bagian Bawah : Untuk tempat air dingin.
13. Selang Atas Radiator : Untuk tempat aliran air panas menuju ke radiator.
14. Selang Bawah : Untuk tempat aliran air dingin menuju ke mesin.
15. Alternator : Sebagai generator listrik sekaligus mensuplai baterai.
16. Motor Starter : Untuk menggerakan pulas suatu engine.
17. Termostat : Untuk mengoptimalkan kerja mesin, sehingga mencapai suhu temperature kerja 80-90′C.
18. Kipas : Untuk mendinginkan antara radiator dengan mesin bagian luar.
19. Pompa Air : Untuk mensirkulasi air pendingin dalam mesin menuju radiator.
20. Tutup Oli : Untuk menahan tekanan pelumas/oli supaya tidak keluar.
21. Tutup Kepala Silinder : Untuk melindungi mekanisme katup.
22. Kepala Silinder : Sebagai dudukan busi, dan sebagai ruang bakar.
23. Blok Mesin : Sebagai tempat dudukan komponen-komponen busi, poros pengkol, dll.
24. Kalter/Bak Oli : Untuk menampung Pelumas.
25. Switch Temperature : Untuk mengontrol suhu waktu kerja.
26. Busi : Untuk memercikan bunga api.
27. Pompa Bensin : Untuk memompa bensin dari tangki mesin menuju ke karbulator.
28. Stick Oli : Untuk mengukur keadaan oli dan volume jenis oli.
29. Distributor : Untuk membagikan arus tegangan listrik menuju kemasing-masing busi.
30. Saringan Oli : Untuk menyaring pelumas/oli sebelum menuju kepemakai.
31. Switch Oli : Untuk mengontrol tekanan oli.
32. Oil : Untuk merubah tegangan dari 12 volt menjadi 5000-20000 volt.
33. Fly Whill/Roda Gila : Untuk meneruskan putaran mesin menuju antara kopling & transmisi.
34. Saringan Bensin : Untuk menyaring bensin menuju kepompa bensin.
35. Pully : Sebagai tempat dudukan panbell.
36. Knalpot : Saluran buang gas.



sumber   http://accessoriesmobil.net/bagian-bagian-mesin-mobil-dan-fungsinya/